DPRD Berau Berharap Arah Pembangunan ke Depan Harus Menjawab Apa yang Menjadi Kebutuhan Masyarakat

img

Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman.


POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Anggota Komisi III DPRD Berau, Rahman, menegaskan bahwa arah pembangunan di Kabupaten Berau ke depan harus lebih berorientasi pada manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat, bukan hanya berfokus pada penyelesaian proyek secara fisik maupun pencapaian target administrasi semata.

 

“Menurut kami pembangunan yang ideal bukan sekadar terlihat dari banyaknya proyek yang selesai dibangun atau tingginya angka serapan anggaran, tetapi dari sejauh mana hasil pembangunan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak ekonomi serta sosial secara berkelanjutan,” ungkapnya baru-baru ini dikantor dewan Jalan Gatot Subroto Kelurahan Sei Bedungun.

 

Salah satu langkah penting yang perlu diperkuat tambahnya, saat ini adalah sinkronisasi program kerja antara pemerintah daerah dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Penyelarasan tersebut dinilai menjadi fondasi agar kebijakan pembangunan tidak berjalan sendiri tanpa menyentuh persoalan yang benar-benar dihadapi warga.

 

Ia menjelaskan, selama ini DPRD telah menjalankan fungsi penyerapan aspirasi melalui kegiatan reses di berbagai wilayah. Dari proses tersebut, banyak usulan masyarakat yang masuk dan mencerminkan kebutuhan aktual di tingkat bawah, mulai dari infrastruktur dasar, pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal hingga pengembangan potensi wilayah. Namun menurutnya, tantangan terbesar bukan lagi pada tahap menghimpun aspirasi, melainkan memastikan usulan tersebut benar-benar masuk ke dalam program prioritas dan direalisasikan secara tepat sasaran.

 

“Banyak usulan masyarakat yang sudah disampaikan melalui reses. Tinggal bagaimana realisasinya bisa benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan memberikan dampak yang dirasakan langsung,” ujarnya.

 

Rahman mengatakan, pembangunan yang hanya berhenti pada penyelesaian fisik berpotensi kehilangan tujuan utamanya apabila hasil akhirnya tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 

Terkait masih adanya sejumlah proyek yang secara administratif dan fisik dinyatakan selesai, tetapi pemanfaatannya belum optimal sehingga manfaat yang diterima masyarakat belum maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar pembangunan daerah tidak hanya mengejar indikator jangka pendek, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan manfaat dalam jangka panjang.

 

“Pembangunan bukan hanya soal proyek selesai dikerjakan. Yang paling penting adalah bagaimana hasil pembangunan itu benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Rahman menilai kualitas perencanaan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kata dia, perlu memastikan setiap program yang dirancang memiliki arah yang jelas, indikator manfaat yang terukur, serta selaras dengan kebutuhan masyarakat. Di akhir pernyataannya, ia berharap paradigma pembangunan di Berau ke depan semakin bergeser dari orientasi penyelesaian proyek menjadi pembangunan yang berpusat pada hasil dan manfaat.

 

Baginya, keberhasilan pembangunan bukan ditentukan oleh seberapa banyak proyek berdiri, tetapi seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Saya berharap pembangunan daerah ke depan tidak hanya fokus pada target fisik, tetapi benar-benar menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Berau,” pungkasnya. (sep/FN/Advertorial)